DR. R. BOENTARAN MARTOATMODJO


Boentaran matoadmodjo dilahirkan di desa loana, purworejo, jawa tengah, 11 januari 1896. Ia berasal dari keluarga bangsawan jawa , yang memungkinkan dirinya mendapat pendidikan ke jenjang tertinggi hingga memperoleh gelar doktor, sesuatu hal yang langka bagi penduduk pribumi di masa pemerintahan kolonial. Dalam usia 22 tahun ia menyelesaikan pendidikanya di stovia ( school ter opleiding van indische artsen), sekolah dokter Indonesia.

Selepas stovia ia bertugas di gouv ind arts kantor inspektorat semarang, dan setahun setelah bekerja ia ditugaskan ke banjarmasin untuk memberantas penyakit kolera yang sedang mewabah disana. Kemudian dilanjutkan dengan tugas lain untuk mengikuti ekspedisi ke “curah brem brem”, sungai bulungan (tanjungselor), dari tahun 1920 hingga tahun 1921 ia menjabat sebagai bedrifs arts dipulau laut, yang kemudian dilanjutkan dengan jabatan yang baru sebagai civiel geniesheer di samarinda dari tahun 1921 hingga tahun 1922.

Pada akhir tahun 1922, boentaran kembali memperoleh jabatan baru hingga tahun 1928 sebagai gouv ind arts di denpasar bali, mataram (lombok), kraksan, dan jember pada tahun 1928 boentaran meninggalkan tanah air untuk melanjutkan studinya kenegeri belanda hingga tahun 1931. Semasa studi universitas laiden, boentan juga aktif bersama-sama dengan ahmad soebardjo, dr. Soekiman wirjosandjojo,mr sartono, dan bergabung di dalam PPI ( perhimpunan pelajar indonesia). Setelah beontaran memperoleh gelar doctor in de geneskunding dari universitas laiden tahun 1931, dalam tahun yang sama ia kembali ke indonesia.

Sepulang dari belanda ia berdomisili di jakarta dan bekerja pada central burgelijk ziekenhius ( CBZ) atau rumah sakit umum pusat jakarta hingga tahun 1932. Tahun 1933 boentaran pindah ke semarang dan bekerja pada jawatan pemberantaan penyakit lepra sekaligus seabagai wakil havenarts semarang hingga tahun 1938. Pada tahun yang sama boentaran juga bertugas pada lepra institut jakarta selama tiga bulan sebagai tenaga pengajar. Kemudian dari semarang ia hijrah ke banyumas hingga 1 juli 1941. Boentaran tampil sebagai seorang intelektual yang cukup berhasil di bidangnya.

0 Response to "DR. R. BOENTARAN MARTOATMODJO"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel