Kota Emas Hitam Sawahlunto


Sawahlunto adalah kota di provinsi Sumatera Barat yang berjarak 90 km dari kota Padang. Kota ini terletak agak tersembunyi dari jalur Trans Sumatera, dengan kontur yang unik, karena seolah berada di dalam kuali raksasa. Agak berbeda dengan kota-kota Sumatera Barat pada umumnya yang tumbuh dari pergerakan penduduk asli sumatera Barat, Sawahlunto tumbuh seiring dengan muculnya industri pertambangan batu bara (yang sering disebut sebagai emas hitam) oleh pemerintah kolonial Belanda.

Hal ini juga mmepengaruhi situasi kota Sawahlunto yang agak berbeda dengan kota-kota lain di sumatera barat. Sawahlunto memiliki banyak bangunan antik bergaya Eropa yang terpelihara sesuai dengan bentuk aslinya. Sebagai kota tambang tertua di Indonesia objek wisata di Sawahlunto juga sangat berkaitan dengan industri pertambangan batu bara. Ada hal yang menarik yang ada di sawahlunto yaitu surau nagari lubuk bauk di desa lubuk bauk, kacamatan batipuh, kabupaten tanah datar.

Surau yang dibangun antara tahun 1896-1901 ini terletak lebih rendaj 1 meter dari jalan raya dan tampak unik karena terbuat dari kayu surian dengan atap gonjong khas rumah adat Minangkabau yang dilengkapi menara bersegi delapan. Sesampainya di wisata sawahlunto ini wisatawan akan disuguhkan pada tempat yang terkesan mistis yaitu Lubang Mbah Soero adalah lubang tambang batu bara pertama yang dibuka di pusat kota Sawahlunto pada tahun 1896 dengan nama Loebang Tambang Soegar.

Nama “Mbah Soero” merupakan penghormatan kepada Soeorono, salah satu mandor pertambangan yang ddatangkan dari Jawa. Mbah Soero dipercaya mempunyai ilmu kebatinan. Dalam kesehariannya, Mbah Soero dikenal sangat rajin bekerja, berperilaku baik dan taat beribadah.

Untuk mengerjakan tambang tersebut, para buruh tambang didatangkan dari erbagai wilayah Hindia Belanda lainnya, terutama dari Jawa. Mereka dikenal sebagai orang rantai karena kaki dan tangannya selalu dirantai. Untuk mengenang keberadaan orang rantai ini, di dekat Lubang Mbah Soero ddibangun sebuah patung yang menggambarkan para orang rantai sedang bekerja mendorong kereta batu bara.

0 Response to "Kota Emas Hitam Sawahlunto"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel